Pelarian
Tulisan ini dibuat sebagai bentuk apresiasi untuk diriku sendiri. Diriku yang sesungguhnya sudah sangat lelah, tapi sekitar masih saja terlalu semangat untuk terus mendukungku. "Sedikit lagi, ayo semangat" begitu kata mereka. Ada juga beberapa yang menambahkan "ini untuk masa depanmu sendiri". Sungguh terimakasih sebanyak-banyaknya untuk semua dukungan baik moral maupun materi, dan maaf karena tidak bisa terus bertahan di tempat ini. Aku harus pergi, bukan untuk mencari kebahagiaan. Aku sadar penuh bahwa pergiku tidak lantas membawaku kepada semua yang kuinginkan. Aku tidak akan lupa kata-kata bijak yang sudah ratusan kali aku dengar setiap aku mengeluh "hei, hidup ini tidak selalu seperti yang kamu inginkan". Padahal aku sendiri tidak pernah benar-benar tau apa sebenarnya yang aku inginkan. Aku tidak pergi kepada apa yang aku inginkan, aku hanya pergi karna aku merasa sudah tidak sanggup lagi berada di sini.
Sampai saat aku menulis ini hampir belum satupun orang disekitarku yang mengapresiasi keputusanku. Mereka masih menyayangkan keputusanku yang harus turun sebelum sampai puncak. Tapi aku rasa aku tidak benar-benar turun. Aku hanya berpindah jalur, aku ingin tetap sampai puncak meski melalui jalan yang tidak sama atau mungkin memang puncak kita yang tidak sama.
Walau bagaimanapun tetap saja aku mengucap syukur yang tidak terhingga kepada Allah SWT, yang telah menakdirkan aku melalui jalan ini, jalan sulit dan tidak perlu diragukan lagi kehebatan orang yang berhasil melaluinya. Meski belum berhasil setidaknya aku pernah mencoba bertahan melaluinya. Meski banyak orang berkata "sia-sia", tetap saja aku merasa sudah banyak hal yang aku dapatkan selama melalui perjalanan ini dan aku sangat bersyukur untuk itu.
Aku hargai keputusanmu put, apapun itu. Memang benar hidup tidak seperti yang kamu inginkan, tapi keputusanmu berarti itulah yang kamu inginkan. Kalau sedang "tidak sanggup" atau "lelah" bilang saja, pada ortu, teman atau bahkan seseorang yang baru kamu kenal di jalan. Mereka tak bisa meringankan bebanmu, tapi saat kau ceritakan masalahmu, ada wadah yang mau mendengarkan. Kau tidak butuh solusi mereka, tidak juga komentar mereka, ini bukan debat. Jangan pergi ke puncak, hidup ini tak ada puncaknya. Orang-orang juga akan sulit mengikutimu, karena mereka melihatmu di sana tapi tak tau perjalananmu seperti apa. Turunlah dan minta bantuan pada mereka, tidak ada yang bisa sembuh sendiri.
BalasHapusThank you ☺
Hapus