Malam Menuju Hari Akhir Tahun
Kalau di ingat-ingat lagi tepat 1 tahun yang lalu, malam menuju hari terakhir tahun 2019, aku sedang sibuk memikirkan bagaimana pertemuanku besok dengan keluargamu, baju apa yang kira-kira cocok untuk bertemu dengan ayah dan ibumu, bagaimana harus bersikap di depan ayah ibu dan adik-adikmu. Membayangkan bagaimana kamu akan memperkenalkan aku dengan keluargamu membuat aku senang sekaligus takut.
Hari berikutnya aku benar-benar bertemu keluargamu, dan ternyata mereka sangat hangat menyambutku. Senyum ibumu saat itu yang membuat aku sangat merasa bersalah hingga detik ini. Nasihat ayahmu, entah mungkin beliau sangat kecewa padaku saat ini. Wajah riang adik-adikmu, aku masih menyimpannya di ingatan dan memory handphoneku.
Jadi kenapa kita berpisah?
Entahlah, aku sendiri tidak benar-benar faham kenapa harus mengahkiri perjalanan denganmu secepat ini.
Saat itu aku merasanya kamu banyak berubah, kamu jawab kamu tidak berubah tapi aku saja yang baru mengenalmu. Kita terus berdebat sampai suatu malam kamu meminta maaf lewat pesan whatsap, kamu bilang kamu belum siap menikah dalam waktu dekat ini. Emosiku yang terlebih dulu muncul menyebabkan aku tidak sempat bertanya kenapa, kenapa kamu tiba-tiba mengucapkan itu. Komunikasi kita berantakan, kamu terus meminta maaf karna rasanya sulit sekali berkomunikasi denganku akhir-akhir itu. Lagi-lagi aku emosi dan melontarkan kalimat yang tidak menyenangkan. Ya seperti itu kurang lebih jika diingat-ingat, hingga akhirnya kita sepakat mengakhirinya.
Bagaimanapun terimakasih pernah memasukkan aku dalam rencana 2020mu. Semoga di 2021 yang akan datang kita sama-sama di datangkan kebahagiaan lain.
Komentar
Posting Komentar