Tenang Sendiri
Kamu benar, aku tidak akan menemukan tenang bahkan setelah menghilangkan jejakmu secara instan.
Tapi pernahkah kamu merenung dan berfikir, apa selama ini kamu memberi aku tenang?
Sayang, kamu tentu tahu sesuatu yang diakhiri dengan baik-baik saja tidak lantas terhindar dari luka, apalagi sesuatu yang diakhiri dengan banyak tanda tanya.
Ya tanda tanya itu mungkin hanya milikku, tapi kamu tau bukan ada banyak tanya yang kerap kulontarkan sebelum aku mengakhiri? Ingat apa jawabanmu?
Sekiranya boleh aku menjelaskan, sebenarnya jawabanmu tidak pernah menjawab pertanyaanku, jawabanmu tidak pernah mengurangi tanda tanya di pikiranku, bahkan parahnya jawabanmu menimbulkan banyak tanya baru untukku.
"Kamu tidak suka ditanya?"
Iya sayang aku ingat, selama ini aku sangat hati-hati saat bertanya kepadamu, tapi jawabanmu hanya menimbulkan tanya baru, lalu aku bisa apa? Apa aku harus menyimpan sendiri semua tanyaku dan seolah baik-baik saja di depanmu? Maaf sekali sayang, aku tidak bisa dan tidak mau menjadi orang lain di depanmu.
Sejak awal aku berharap kita teman selamanya, dan untuk selamanya aku tidak mungkin menjadi orang lain. Cukup selama ini aku menjadi orang lain, setelah denganmu tidak bisakah aku menjadi diriku sendiri?
Hahaha
Lihat, sudah berapa tanya yang kulontarkan bahkan saat aku sudah menghilangkan jejakmu secara instan? Bayangkan berapa banyak tanya lagi jika terus kulontarkan pertanyaan itu padamu dan jawabanmu hanya menambah tanya baru? "Iya sayang, kamu hanya akan semakin membenci aku".
Saat ini mungkin apa yang aku lakukan benar karenamu tapi tentu bukan untukmu, semua yang kulakukan untuk diriku sendiri.
🙂
~p~
Komentar
Posting Komentar